Saat melakukan peliputan dan mendokumentasikan aksi penurunan CPO dari mobil tangki dimaksud, awak media sempat mendapat larangan dan intimidasi dari beberapa orang penjaga pintu masuk gudang.
“Bang tolong jangan foto – foto disini. Hapus itu fotonya,” hardik salah seorang pekerja berkaos abu – abu dan mengenakan topi merk puma warna hitam yang mengaku warga pendatang dari Palembang kepada awak media.
Bahkan sempat terjadi cekcok mulut antara awak media dengan pekerja gudang. Seorang pekerja lainnya yang berbadan kurus mengenakan kaos berwarna coklat dan bertopi hijau sempat berucap lantang tidak takut dengan siapa pun karena tempat itu memiliki back up dari Polda.
“Kami tidak takut dengan siapa pun. Karena orang Polda pun sudah ke tempat ini,” ujar pekerja tersebut tanpa merinci lebih jauh maksud perkataanya itu.
Untuk menghindari tidak terjadi bentrok fisik, awak media dan rekan jurnalis lainnya kemudian menghentikan pengambilan gambar dan keluar dari lokasi gudang penampungan CPO dan kernel sawit ilegal tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bengkalis Iptu Yhon Mabel STrk, SIK, MH yang dikonfirmasi wartawan via WhatsApp, Sabtu (11/07/2026) sekira pukul 16.40 Wib, sampai berita ini dikirim ke redaksi belum memberikan tanggapan.
Begitu pula dengan Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar yang dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (12/07/2026), terkait adanya aktivitas penampungan CPO dan kernel ilegal yang tidak tersentuh hukum di wilayah kerjanya itu, juga tidak menjawab permintaan konfirmasi dari awak media.
tim



