LimasisiNews, Sleman (DIY) –
Sejumlah warga Dusun Salakan, Trihanggo, Mlati Sleman menyampaikan sikap secara tertulis sebagai bentuk protes kepada Kelurahan Nogotirto, Mlati, Sleman untuk menolak Makam Dusun Blimbing dilewati Proyek Tol Jogja – YIA. Penyampaian sikap tertulis dilakukan saat sosialisasi Jalan Tol untuk Kalurahan Nogotirto, Trihanggo, dan Tirtoadi.
Simul, perwakilan warga Salakan Trihanggo Mlati Sleman mengatakan pernyataan protes secara tertulis penolakan makam terdampak proyek tol sebagai wujud menjaga silahturahmi kepada leluhur.
“Saya minta pertimbangan dengan sangat, jangan dari norma hukum saja, tapi tolong dari norma adat dan agama harus dipelajari,” ujarnya, Senin (05/12/2022).
“Rencana, akan kena exit tol. Kami keberatan kalau makam itu kena karena wujud bagi saya menjunjung adat. Satu area makam dengan banyak kuburan dari nenek moyang,” imbuhnya
Ia menyatakan para warga sepakat tidak menerima relokasi makam untuk terkena jalan tol.
“Kami tidak menerima relokasi, tidak menerima rembugan harga mati. Undangan itu mendadak, tiga hari sebelumnya. Kami langsung mengambil sikap dan datang ke Kelurahan Nogotirto dengan baik tanpa ada paksaan satu apapun,” ucapnya.
Sementara itu Heru Purnomo, Tim Persiapan Tol sekaligus Fungsional Perancang Perundang-undangan Kanwil Kemenkumham DIY mengatakan sosialisasi ke warga ini baru tahap awal bahwa di wilayah Trihanggo Mlati Sleman akan ada pembangunan tol.



