LimaSisiNews, Sleman (DIY) –
Sebanyak 17 komunitas yang tergabung dalam Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) diberangkatkan menuju Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Minggu malam (20/07/2025). Keberangkatan ini dilepas langsung oleh Lurah Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Danang Sulistya.
Rombongan berangkat dalam rangka kegiatan study banding atau study tiru guna mengembangkan pengelolaan wisata Jeep di kawasan lereng Merapi. Ketua AJWLM, Bambang atau akrab disapa Babe Kotir, menegaskan bahwa tujuan utama perjalanan ini adalah untuk menimba ilmu dari pengelolaan wisata di Bandung.
“Jangan lupa, tujuan utama rekan-rekan di sana adalah untuk study banding. Kalaupun nanti di lokasi ada kegiatan lain seperti aksi solidaritas terkait larangan study tour, itu di luar agenda resmi. Kita tetap berhati-hati dan semoga selamat sampai tujuan,” ujar Babe.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak terbitnya peraturan Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, yang melarang kegiatan study tour, dampaknya turut dirasakan pelaku wisata di lereng Merapi.
“Kunjungan wisata menurun sekitar 30 hingga 40 persen sejak isu larangan itu mencuat,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Umbulharjo, Danang Sulistya, menyambut baik inisiatif AJWLM dan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa manfaat bagi pengembangan wisata lokal.



