“Atas nama pemerintah Kalurahan Umbulharjo, saya mengucapkan terima kasih atas semangat teman-teman AJWLM. Tujuan kita ke Bandung ini murni wisata. Tidak ada agenda demo, tidak ada solidaritas. Meski mungkin nanti melihat aksi di sana, kita cukup mengambil hikmah saja,” tegas Danang.
Ia menambahkan bahwa wisata lereng Merapi merupakan aset besar yang harus dijaga bersama.
“Tanpa Merapi, wisata Sleman bahkan DIY akan terasa hambar. Maka mari kita jaga dan rawat wisata kita, meskipun isu-isu yang berkembang cukup meresahkan. Yakinlah, selama kita istiqomah, akan selalu ada jalan kebaikan,” pungkasnya.
Terpisah, Jawir, salah satu pelaku usaha dari MJAK Adventure, juga menegaskan bahwa kegiatan ini murni untuk rekreasi dan bukan untuk ikut serta dalam aksi unjuk rasa.
“Kita ke Bandung untuk piknik. Besok kalau ada demo, kita tidak ikut. Kita hanya menonton dan ambil hikmahnya saja,” tegasnya.
Sebagai informasi, Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang larangan study tour telah memicu kekhawatiran dari pelaku industri pariwisata, UMKM, agen bus wisata, hingga pelaku jasa wisata seperti AJWLM. Mereka khawatir larangan tersebut dapat menyebabkan penurunan jumlah kunjungan, pembatalan program wisata, serta terganggunya roda ekonomi lokal yang selama ini ditopang oleh sektor pariwisata.
AR



