LimasisiNews, Asahan (Sumut) –
Management PTPN IV Regional I Kebun Ambalutu Distrik Asahan membantah keras tudingan dari sejumlah pihak atas penganiayaan terduga maling (pencuri) Tandan Buah Segar (TBS) milik Kebun Ambalutu oleh pihak Security/pengamanan Kebun yang beredar pemberitaan di sejumlah media. Demikian hal tersebut disampaikan dan diklarifikasi Manager kebun Ambalutu Luli Achmad Gozali, SP kepada awak media, Selasa (16/01/2024).
Menurut Luli, pihaknya melalui bagian pengamanan/Security sudah bertindak sesuai SOP dalam melakukan patroli rutin di areal kebun untuk menjaga aset-aset perusahaan.
“Kronologi kejadian pada Minggu (14/01/2024) sekira pikul 01.30 WIB. Tim pengamanan berserta Danton melaksanakan Patroli di sekitaran ancak bunder Blok 28 Adfeling 1 Kebun Ambalutu. Pada saat itu terlihat cahaya lampu (senter) di areal tersebut. Kemudian Danton menghubungi Tim Buser Panji Arman (Satpam) untuk meminta bantuan,” jelas Luli sosok Manager muda yang cerdas.
Selanjutnya mendapatkan laporan dari Danton, Panji Arman melaporkan hal tersebut kepada Kapam Kebun Peltu Eddi Suprianto dan Kapam langsung menuju ke lokasi ancak bunder untuk membantu Tim yang di pimpin oleh Danton.
Kemudian Kapam dan Tim yang terdiri dari Kapam, Danton Supriadi, Panji Arman, Budi Santoso, Pranoto, Suparno, Siswanto, Fauzi Irawan melakukan pengepungan terhadap cahaya senter yang diduga orang yang melakukan pencurian buah kelapa sawit.
“Ternyata dugaan Tim benar, ada 2 (dua) orang yang sedang melakukan pencurian buah kelapa sawit, 1 (satu) orang melakukan aktivitas mengegrek, dan satu orang lagi melangsir buah kelapa sawit.” Papar Luli.



