LimaSisiNews, Sleman (DIY) –
Peringatan Hari Ibu Nasional ke-97 Tahun 2025 di Kabupaten Sleman digelar di tengah ironi. Saat wacana pemberdayaan perempuan terus digaungkan, data kekerasan terhadap perempuan dan anak justru masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman memperingati Hari Ibu dengan menggelar Seminar Nasional bertema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan subtema, “Perempuan Sleman Berdaya, Mewujudkan Indonesia Berjaya”, di Pendopo DPRD Sleman, Minggu (21/12/2025).
Sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari organisasi perempuan, Forum Anak, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), kader perlindungan perempuan dan anak tingkat kalurahan dan kapanewon, perwakilan organisasi perangkat daerah, hingga keluarga penyintas kekerasan. DPRD Sleman menyebut forum ini sebagai upaya membangun sinergi antara negara dan masyarakat sipil.
Wakil Ketua I DPRD Sleman, Ani Martanti mengatakan tema yang diangkat tidak dimaksudkan sebagai slogan seremonial. Menurut dia, perempuan Sleman memiliki potensi besar dalam pembangunan, namun masih dihadapkan pada persoalan struktural yang nyata.



