Berdasarkan informasi di lapangan, kerusakan awal tersebut diduga terjadi karena tidak adanya pemadatan awal (compacting) saat proses pemasangan paving block. Ketiadaan pemadatan dapat menyebabkan permukaan tanah mudah turun, sehingga paving block bergeser dan cepat rusak.
Sejumlah warga berharap pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait dapat memberikan klarifikasi serta melakukan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan. Masyarakat menilai bahwa proyek infrastruktur semestinya dikerjakan sesuai standar teknis agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Hingga berita ini diterbitkan wartawan Utamapos masih berupaya untuk konfirmasi kepihak CV Titianmas.
Tri/Ed. MN



