LimaSisiNews, Yogyakarta (DIY) –
Rencana Pemkot Yogyakarta untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah dengan menggandeng investor, mulai menemui titik terang.
Bahkan, jika mekanisme kerja sama berjalan lancar, teknologi yang diklaim ramah lingkungan tersebut bisa mulai diterapkan pada akhir 2023, atau awal 2024.
Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, menyampaikan, investor itu berafiliasi dengan sebuah perusahaan yang berasal dari luar DI Yogyakarta.
Menurutnya, pengolahan sampah yang ditawarkan kepada Kota Yogyakarta ini mengusung teknologi dari Korea Selatan, yang kapasitasnya pun telah teruji.
“Prosesnya adalah pemusnahan sampah dengan teknologi yang sangat canggih ya, prosesnya sampai 1.500 derajat celcius,” tuturnya, Minggu (17/09/2023).
Adapun cara pengolahan teknologi asal Korea Selatan tersebut, dengan skema pembakaran H20 atau air yang dipisahkan, kemudian diambil hidrogennya.
Sehingga, Singgih mengatakan, warga masyarakat tidak perlu resah, lantaran metode pengolahan limbah ini dipastikan tidak akan mencemari lingkungan.
“Jadi, ini ramah lingkungan, jenis sampah yang diolah nantinya lebih beragam dengan teknologi ini, antara anorganik, organik, serta residu juga,” papar Singgih.
Menurutnya, metode yang ditawarkan oleh investor tersebut dapat mengolah lebih kurang 60 ton sampah yang diproduksi di Kota Yogyakarta setiap harinya.



