Dikatakan oleh aktivis senior Rizwan Comred atas dugaan tersebut, diharapkan pihak terkait, baik pengelola RSUD Cilograng maupun instansi pengawas, dapat memberi penjelasan secara terbuka guna menjaga transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.
“Kita tidak mau kasus pembangunan RSUD Cilograng yang spesifikasinya tidak jelas bahkan asal-asalan berakibat pada ketahanan kontruksi bangunan. Banyak fakta sebelumnya konstruksi sering roboh. Ini artinya tidak ada pengawasan yang ketat sehingga pembangunan RSUD Cilograng milik Provinsi Banten ini tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan didalam RAB,” ujar Rizwan
“Dalam waktu dekat, saya kapasitas sebagai kontrol sosial akan melayangkan surat audiensi kepada pihak pengelola RSUD dan pelaksana proyek pembangunan bak sampah RSUD Cilograng,” tandas Rizwan Comred.
Tri/Ed. MN



