LimaSisiNews, Kulonprogo (DIY) –
Setelah mencuatnya pemberitaan dugaan tindak kekerasan terhadap salah siswi yang dilakukan oleh salah satu oknum guru di SMA Negeri 1 Galur, Kabupaten Kulonprogo beberapa waktu yang lalu, orang tua korban, Sumiyarto merasa sudah ada intimidasi dari pihak sekolahan.
Dikonfirmasi LimaSisiNews melalui telepon selulernya, Orang tua korban, Sumiyarto mengatakan pihak sekolah mengutus wali kelas dari putrinya yang saat ini duduk dikelas XII IPS untuk datang kerumahnya.
“Hari Minggu kemarin (10/09/2023), pihak sekolah melalui wali kelas korban, datang ke rumah Dwi Cintyarani (korban) dengan membawa satu lembar kertas kosong dan disitu hanya tertera nama kepala sekolah,nama saya dan nama anak saya,” paparnya, Senin (11/09/2023) malam.
Ia menambahkan, adapun maksud dari wali kelas mendatangi rumah korban dengan menyodorkan secarik kertas yaitu meminta orang tua korban untuk membuat surat pernyataan bahwasanya apa yang sudah diberitakan itu bohong, dan cerita dari korban itu juga bohong.
“Saya dengan anak saya (korban) diminta untuk membuat surat pernyataan bahwa apa yang sudah diceritakan anak saya itu bohong dan apa yan sudah dimuat disalah satu media online itu tidak benar. Tapi saya menolak karena cerita anak saya itu benar adanya kok disuruh buat pernyataan bohong,” imbuhnya.
Orang tua korbanpun menolak dengan alasan bahwa apa yang sudah diceritakan anaknya tersebut memang benar adanya.
“Waktu itu saya jawab tegas tidak mau membuat surat pernyataan itu, lha wong anak saya cerita apa adanya kok kalau Dia dicolok-colok pakai pulpen dan di tampar keras lengannya pakai tangan. Ya namanya orang tua disambati anaknya. Dan yang bikin saya agak jengkel ya itu,” tandasnya.
Lebih lanjut Ia menceritakan bahwa pada hari ini, Senin (11/09/2023) melalui pesan WhatsApp Ia diminta oleh pihak sekolah (SMA Negeri 1 Galur) untuk datang ke sekolah. Dan Pemanggilan tersebut tanpa prosedur, pasalnya Orangtua diminta datang tanpa ada undangan resmi dari pihak sekolah.
“Tadi pagi saya diminta datang ke sekolahan bersama istri saya, itupun hanya melalui WA, kata anak saya undangan menyusul,” ucapnya.



