LimaSisiNews, Yogyakarta (DIY) –
Ada 4 orang aktivis peduli sampah kota Yogyakarta dan 7 orang perwakilan penarik gerobak sampah TPS (Tempat Pengolahan Sampah) menggelar pertemuan dengan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Sampah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto S.I.P dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) di Cafe Cangkir, Minggu (03/03/2024).
Kepada LimaSisiNews Fokki mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut terungkap fakta yang mengejutkan di tengah krisis sampah yang terjadi. Ternyata dimanfaatkan oleh oknum-oknum sopir truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pungli (pungutan liar) kepada masyarakat yang kesulitan membuang sampah.
Modus operandinya seperti yang disampaikan oleh salah satu penarik gerobak sampah berinisial PM bahwa truk-truk pengangkut sampah milik DLH tidak diparkirkan di Kantor DLH, tetapi dibawa pulang, dan truk-truk tersebut dipakai untuk ‘berbisnis‘ kepada masyarakat atau badan usaha ekonomi yang membutuhkan untuk membuang sampah dengan ditarik biaya pungli Rp100.000 dan hal tersebut dilakukan dengan ‘merebut‘ pelanggan dari mereka para penarik gerobak tersebut.
Hal tersebut dapat terjadi selain karena hal di atas yaitu truk dinas dibawa pulang, juga karena ada pembatasan qouta pembuangan sampah ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah) dari para penarik gerobak tersebut.
“Salah satu contoh yang tadinya bisa membuang sehari dua rit gerobak sampah per orang, sekarang menjadi satu rit gerobak sampah per minggu per orang,” ungkap PM



