AN mempertanyakan kejelasan data penerima bantuan serta mekanisme penyalurannya, dan meminta pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Bahkan, Ketua RT/RW dan security datang minta maaf dan menyatakan tidak akan mengulangi perlakuan seperti itu lagi.
“Sudah cape, dan sudah menyerah. (Hampura moal dedeuien deui da ges cape nyerah.pungkas),” ujar sumber KPM Bansos BLTS-Kesra Desa Cipalabuh.
Dikonfirmasi, Kepala Desa Cipalabuh via telepon WhatsApp (WA) dengan nada tinggi menjawab, “Kan, itu sudah dijelasin. Silahkan tanya sama si Cahya’nya. Buat apa konfirmasi lagi sama Ibu Ati? Kan, sudah beres dan sudah dicairkan sama KPM. Bukan sama perangkat desa. Intinya tidak dicairkan sama perangkat desa,. Anda ini ngeyel amat. Kata saya juga jangan konfirmasi di WhatsApp. Kan, Anda gak tau saya sibuk atau tidaknya, silahkan tanya tuh sama si Cahya’nya. Biar lebih jelas lagi,” tutup Kepala Desa Cipalabuh dengan nada tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, oknum perangkat desa yang disebutkan, Ati belum memberikan klarifikasi resmi. Masyarakat berharap pemerintah desa serta instansi terkait dapat segera melakukan penelusuran agar dikemudian hari ketika ada bansos hak KPM dapat disalurkan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.
Tri/Ed. MN



