LimaSisiNews, Sleman (DIY) –
Even nonton bareng (nobar) yang digelar beberapa waktu yang lalu di lapangan Denggung, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada indikasi dugaan dikomersilkan oleh panitia penyelenggara nobar AFC U-23.
Diketahui, panitia penyelenggara adalah Media KSP telah dua kali menyelenggarakan even nobar Piala Asia U-23 di Lapangan Denggung.
Even nobar pertama digelar pada Senin (29/04/2024) dengan jumlah pengunjung sekitar 15.000 orang. Kemudian, even nobar kedua digelar pada Kamis (02/05/2024) dengan jumlah pengunjung sekitar 7.000 orang.
Selain itu juga tenant (lapak) untuk pedagang ada sekitar 100 pedagang pada saat even tersebut digelar, masing-masing dikenai retribusi @Rp.30.000,- – 50.0000,-.
Narasumber yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa even nobar Piala Asia tersebut memang benar ada indikasi dikomersilkan oleh pihak panitia penyelenggara.
“Indikasinya pungutan Pedagang Kaki Lima (PKL) Rp30.000,- – 50.000,- tanpa kwitansi dengan jumlah PKL sebanyak 100 PKL,” tuturnya, Kamis (16/05/2024)
Sedangkan salah satu pengunjung nobar Mr.X (samaran) menuturkan bahwa saat ia ikut nobar di Denggung, dirinya sempat kaget dengan retribusi parkir yang nilainya tidak wajar.
“Saya heran kenapa, kok, tiap kali ada even di sini parkirnya mahal? Waktu itu saya disuruh bayar ongkos parkir sebesar Rp.5000,- oleh oknum petugas parkir dengan memberikan tiket parkir kosong (tidak ada nominalnya,” ungkapnya.
Sebagai catatan, Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor:15 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir
Kendaraan bermotor roda 2 (dua) dan 3 (tiga) Rp2.000,- (dua ribu rupiah). Kendaraan bermotor roda 4 (empat) Rp3.000,- (tiga ribu rupiah). Kendaraan bermotor roda 6 (enam) Rp5.000,- (lima ribu rupiah). Kendaraan bermotor roda 6 (enam) Rp10.000,- (sepuluh ribu rupiah).



