LimaSisiNews, Yogyakarta (DIY) –
Wayang adalah seni pertunjukkan tradisional asli Indonesia yang berasal dan berkembang pesat di pulau Jawa dan Bali. Sejatinya wayang sudah ada sejak abad ke-10. Hal tersebut dituliskan dalam prasasti Belitung sekitar tahun 903 Masehi.
Seiring berjalannya waktu, wayang juga dipergunakan untuk syiar agama Islam oleh Wali songo di Jawa.
UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 07 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan boneka bayangan tersohor dari Indonesia, sebuah Warisan Mahakarya Dunia yang Tak Ternilai dalam Seni Bertutur.
Sayangnya diera modernisasi saat ini, wayang seperti terpinggirkan.Hanya sedikit peminatnya, itupun mereka yang usianya sudah lanjut.
Diera modernisasi saat ini para remaja/pelajar cenderung lebih senang dengan gadget daripada untuk ikut melestarikan atau nguri-uri seni tradisi wayang. Diperparah lagi fenomena yang terjadi saat ini banyak remaja yang sudah terkontaminasi dengan budaya barat.
Hal tersebut juga diungkapkan oleh Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ki Edi Suwondo saat dikonfirmasi LimaSisiNews, Selasa (11/07/2023) malam.
“Ini memang tantangan bagaimana kita menyikapi fenomena itu,” ungkapnya.
Ki Suwondo mengatakan,Ia kerap kali mengingatkan untuk para dalang, termasuk dalang remaja untuk dalam penampilannya bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman saat ini.



