Pengerjaan jalan yang dilaksanakan oleh pihak pelaksana (laven) diduga dilakukan secara tidak maksimal. Pasalnya, ketebalan pengerasan jalan terlihat sangat tipis, sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan mudah mengalami kerusakan, terutama saat musim hujan.
Dikonfirmasi via WhatsApp (WA), Midun, Kepala Desa Cikahuripan, mengatakan, “Bukan asal jadi, Kang. Ini saya lagi mau klarifikasi, bahwa pengerjaan tersebut belum sesuai, karena waktu pengerjaan hujan sangat deras, dan air dari Solokan jalan,muntah ke jalan,dan akhirnya aspal habis, akhirnya disepakati oleh lembaga desa distop dulu sebelum cuaca kembali baik, gitu, Kang,” ungkap Midun via chat WhatsApp.
Sejumlah warga Kampung Cikodang menyayangkan hasil pembangunan tersebut. Mereka menilai bahwa proyek yang dibiayai dari anggaran pemerintah seharusnya dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan RAB, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Masyarakat berharap pihak pemerintah provinsi Jawa Barat maupun instansi terkait, serta pengawas proyek dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan evaluasi. Jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian pekerjaan, warga meminta agar dilakukan perbaikan dan penegakan aturan sesuai ketentuan yang berlaku, demi menjaga transparansi dan kualitas penggunaan anggaran negara.
TRI & Tim/Ed. MN



