“Dengan beroperasinya TPSS Tamanmartani ini diharapkan dapat sedikit mengurangi timbunan sampah di Kabupaten Sleman,” tandas Bupati Sleman, Hj Kustini.
Walau demikian, ia tetap mengharap kepada masyarakat di ‘Bumi Sembada’ ini agar tetap melanjutkan program mengurangi dan memilah sampah dari rumah tangga.
Sebab sampah yang dihasilkan dari Kabupaten Sleman jumlahnya cukup besar, yaitu 700 ton per hari, yang mana 400 ton berhasil diolah sedangkan 300 ton ketergantungan dibuang ke tempat pembuangan.
“Kami tetap mengharap, mulai kemarin kita lanjutkan untuk selalu mengurangi dan memilah sampah di rumah tangga. Ini dalam rangka mewujudkan agar mengurangi tumpukan sampah yang ada,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan bahwa nantinya truk yang diperbolehkan membuang ke TPSS akan ada jadwal sehingga tidak bisa sembarangan membuang.
Sampah yang tertampung di TPSS Tamanmartani ini nantinya akan diolah.
Lapisan bawah tempat pembuangan, diberi geomembran.
Selanjutnya setiap sampah yang dibuang akan disemprot menggunakan eco lindi dan ditaburi Mikro Organisme Lokal (MOL).
Kemudian setiap satu lajur ditutup kembali menggunakan geomembran untuk mempercepat proses fermentasi sampah menjadi kompos.
Arifin/ed. MN



