Lebih lanjut Ia juga mendukung apa yang disuarakan oleh para pedagang agar Pemkab Kulonprogo tidak menaikkan retribusi sewa kios maupun los dulu.
“Seyogianya kalau ingin mencari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ya, yang sekiranya tidak membebani masyarakat pedagang,” ungkap Nasib Wardoyo yang juga Caleg DPRD Kabupaten Kulonprogo Dapil 1 dari Partai Nasdem ini.
Senada, Ketua Paguyuban Pasar Wates, Siti Soemilah Sri Panudju S.E M.M.- juga menyatakan penolakannya terkait rencana kenaikan retribusi itu.
“Kami para pedagang Pasar Wates yang berjualan di los atas maupun yang berjualan di los bawah merasa resah dan merasa tidak tenang dalam berjualan karena mendengar dan melihat selebaran yang isinya akan menaikan retribusi pasar Wates yang nilainya cukup tinggi dan sangat memberatkan kami,” paparnya.
Menurutnya saat ini suasana pasar Wates kondisinya masih lesu. Minat dan daya beli masyarakat di pasar tradisional saat ini sangat turun drastis akibat maraknya perdagangan pasar online.
“Untuk itu kami para pedagang pasar Wates los atas dan los bawah bersama-sama memohon kepada Bupati Kulonprogo c/q kepala dinas perdagangan dan perindustrian Kan Kulonprogo yang tembusannya kami tujukan kepada ketua DPRD kabupaten Kulonprogo untuk menangguhkan perda yang isinya akan menaikkan retribusi pasar Wates yang sangat tinggi,” pungkasnya.
Arifin/ed. MN



