LimaSisiNews
Senin, 28 September 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata
No Result
View All Result
LimaSisiNews
  • NEWS
  • SIANTAR – SIMALUNGUN
  • PERISTIWA
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • HUKUM
  • ENTERTAINMENT
  • OLAHRAGA
  • TEKNOLOGI
  • WISATA
Home Nasional Sumut Siantar - Simalungun

Proyek Pembangunan Jembatan Pondok VIII Disoal, DPRD Provsu Angkat Bicara, Pelaksana Kabur Saat Dikonfirmasi

by Redaksi
07/01/2022
in Siantar - Simalungun
20
SHARES
132
VIEWS

LimasisiNews, Simalungun –

Proyek Pembangunan Jembatan Provinsi Sumatera Utara KM 137+800 pada ruas jalan provinsi yang melintasi antara pematang Siantar menuju tanah Jawa tepatnya di Dusun Pondok Delapan Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, disoal warga bersama sosial control lokal.

Pasalnya proyek bersumber dari APBD Provinsi sumatera Utara Tahun Anggaran 2021 dengan nilai fantastis 9.757.497.815.-terbilang (Sembilan Miliar tujuh ratus lima puluh juta empat ratus sembilan puluh tujuh ribu delapan ratus lima belas rupiah) yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Makkurtuk Dongan, dengan tanggal kontrak 23 Agustus 2021, dalam masa pelaksanaan 120 hari kalender terkesan sangat Lamban dan merugikan masyarakat dan negara.

Jika dilihat dari tanggal kontrak dan masa pelaksanaannya, seharusnya pengerjaan jembatan tersebut sudah selesai sebelum memasuki masa Natal 2021 dan tahun baru 2022, namun hingga di pertengahan Januari 2022 pengerjaan masih tetap berjalan lambat, bahkan diperkirakan hingga awal bulan Februari 2022 pengerjaan proyek tersebut diduga belum juga akan rampung.

Atas hal itu, sepertinya pihak rekanan kurang bersungguh-sungguh mengerjakan proyek tersebut yang mengakibatkan akses lalu lintas masih terhambat sehingga masyarakat merasa kecewa karena masih harus menunggu lama setelah bertahun tahun menderita melintasi jalan rusak tersebut, sehingga warga dan sosial control lokal meminta pada gubernur dan DPRD provinsi sumatera Utara agar memberikan teguran serius pada pihak kontraktor.

Tak hanya itu, salah satu yang tidak ingin namanya dituliskan saat ditemui tak jauh dari lokasi proyek mengaku menyesalkan kinerja pihak rekanan yang diduga penuh kecurangan, diduga demi meraup keuntungan besar pihak rekanan menggunakan batu Padas bekas dalam pemasangan Bronjong, “Sebelumnya di sekitaran ini ada puluhan ton batu Padas dari swadaya masyarakat, pemerintah dan TNI-POLRI bersama pengusaha ketika pemasangan Bronjong untuk dudukan jembatan bailey, saat belum selesai dipasang tiba tiba banjir datang lalu menghanyutkan batu batu tersebut namun masih berserak disekitar jembatan”, tukasnya sembari menunjuk lokasi jembatan.

Batu Padas bekas yang diduga dipergunakan untuk Bronjong

“Lalu kembali dengan swadaya masyarakat dan pengusaha pemasangan dilanjutkan dengan menggunakan batu Padas yang baru,lalu oleh rekanan diduga sengaja memanfaatkan batu batu tersebut, kita yakin dalam pengerjaan jembatan ini anggarannya sudah ditampung penuh oleh pemerintah, jadi ketika ada ditemukan material dilapangan seperti ini seharusnya dihitung kembali dan di kembalikan pada negara atau masyarakat, karena itu sudah termasuk aset pemerintah”, ungkap lelaki berperawakan kurus ini.

Masih warga,dia menduga pihak rekanan juga sengaja memasok batu Padas dari tambang galian C ilegal (tanpa ijin)dengan harga murah, “meskipun kami masyarakat awam tapi menurut kami menggunakan material batu Padas dari tambang galian C ilegal untuk Proyek pemerintah tentu menyalahi aturan, sudah menyalahi aturan perundangan undangan, kontraktor yang memasok material dari tambang galian C ilegal itu sama dengan mengambil barang curian, sehingga rekanan bisa di sebut penadahdan pantas dipidanakan”, ungkapnya pada awak media.

Berdasarkan hal tersebut awak media LimasisiNews langsung investigasi ke lapangan, ternyata para pekerja juga tidak dilengkapi alat pelindung diri Kesehatan Keselamatan Kerja (K3), sebagian pekerja tidak menggunakan sepatu boots padahal sedang bekerja diatas rangkaian besi dan cor beton, begitu pun yang lain tidak menggunakan sarung tangan, helm, masker dan sebagainya.

Para pekerja tidak menggunakan Peralatan
K3

Namun disayangkan salah satu oknum bermarga harahap mengaku sebagai pelaksana proyek ketika dikonfirmasi pada Rabu (05/01/2022) sekira pukul 16:54 WIB dilokasi mengaku tidak suka di cecar pertanyaan oleh wartawan, namun jika digaji 2 juta hingga 20 juta baru ia siap menjawab semua pertanyaan, namun ketika di desak berdasarkan keterbukaan informasi publik, dengan raut wajah tidak senang ia mengaku tidak memperhatikan ketika pekerjaan menggunakan batu Padas bekas,namun terkait perlengkapan K3, ia mengaku pihak perusahaan sudah memfasilitasi, disayangkan meskipun konfirmasi belum selesai ia langsung pergi meninggalkan wartawan begitu saja, namun dari jarak 50 meter ia tanpak sibuk menelepon seseorang.

Terpisah anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara asal partai Nasdem dari dapil X Siantar-Simalungun. Rony Reynaldo Situmorang ketika coba diminta tanggapannya terkait hal tersebut pada Jumat (07/01/2022)  sekira pukul 19:30 WIB, mengatakan sangat berterima kasih telah berbagi informasi, “Informasinya Akan saya teruskan ke Kadis dan Kepala UPT JJ Siantar – Simalungun agar dilakukan pengawasan langsung ke lapangan, Terkait lambannya pengerjaan, pasti kontraktor akan dikenakan denda jika belum selesai selama 120 hari kalender sesuai kontrak” ungkapnya dalam pesan WhatsApp.

“Namun terkait menggunakan batu padas bekas dengann bobot puluhan ton bekas bronjong dudukan jembatan bailey dan batu padas curian galian C ilegal, sudah saya sampaikan ke kadis agar dilakukan investigasi” ungkapnya mengakhiri, namun hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi keterangan dari Kepala Dinas Bina Marga Kontruksi Sumatera Utara maupun kepala UPT JJ Siantar-Simalungun belum bisa diperoleh.

(SAP)

Tags: Headline
Share8SendShare

Berita Terkait

Atas: Dorli M. Pasaribu dari Bagian Humas Perumda PAM Tirtauli sedang memaparkan materi sosialisasi, yang didampingi Lurah Aek Nauli, Camat Siantar Selatan, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Aek Nauli. Bawah: Warga Kelurahan Aek Nauli yang berdomisili di sekitar Mual Kobun dengan serius dan tekun mendengar uraian tentang Sosialisasi  Pemberdayaan Mual Kobun. (Foto: MN-LSN).

Perumda Tirtauli Sosialisasi Pemberdayaan Mual Kobun, Warga Kelurahan Aek Nauli Minta Tetap Bisa Mencuci dan Mandi Berenang di Situ Kelak

Mei 14, 2026

LimaSisiNews, Pematangsiantar (Sumut) - Pada Rabu (12/05/2026), pukul 14.00 WIB, Perusahaan Umum Daerah Perusahaan Air Minum (Perumda PAM) Tirtauli Kota...

PSI Siantar Berbagi Takjil dan Sembako, Respons Warga Antusias Sambut Keberadaan Partai Ini di Kota Mereka

Februari 28, 2026

LimaSisiNews, Pematangsiantar (Sumut) - Dalam rangka bulan puasa (Ramadan 1447 H/2026 Masehi), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Dewan Pimpinan Daerah...

Atas: Ibu Gembala Sidang, Ny. Pdt. I Nyoman Hadi sedang memotong kue ulang tahun, didampingi para perwakilan pelayan dan jemaat, juga Pendeta Pengkhotbah. Bawah: Berfoto bersama usai ibadah dan acara perayaan ulang tahun ke 13 GBI Sapadia di Pematangsiantar. (Foto: Dok. GBI Sapadia Pematangsiantar).

Perayaan 13 Tahun GBI Sapadia di Pematangsiantar, Sederhana Namun Penuh Hikmad dan Sukacita

Februari 22, 2026

LimaSisiNews, Pematangsiantar (Sumut) - Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sapadia di Pematangsiantar adalah salah satu gereja denominasi Kristen cabang GBI Sumatera...

Berita Terbaru

Hukrim

Polsek Buntu Pane Sergap Puluhan Remaja Diduga Hendak Balap Liar, 21 Sepeda Motor Diamankan

September 17, 2026
Peristiwa

Lagi, Kecelakaan Kerja di Tambang Batubara Blok Cepak Pasar Cibobos: Seorang Warga Cibobos Tewas, Tanggung Jawab Pengelola Dipertanyakan

September 11, 2026
Hukrim

GAMMA Pertanyakan Pengesahan RJ Kasus Dugaan Penculikan Uun, Siap Geruduk Polda Banten

September 10, 2026
Hukrim

Polisi Picing Mata, Gudang CPO dan Kernel Ilegal di Eks PT. Radian Utama Km 12 Air Kulim Kebal Hukum

Juli 13, 2026
DI Yogyakarta

Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap

Juni 8, 2026
Banten

Perhutani Minta PT. NKE dan PT. GHL Hentikan Pembangunan PLTMH di Kawasan Hutan Ciherang Selatan Petak 10.11 dan 12

Juni 8, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

©2024 LimaSisiNews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata

©2024 LimaSisiNews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba

You cannot copy content of this page

https://limasisinews.com/