Kejadian tersebut terulang kembali di tahun 2023, karena pelaku adalah oknum ustadz, kembali korban dipancing untuk ke rumah pelaku dengan dalih mengembalikan buku/laptop. Untuk kejadian yang kedua kalinya di rumah si pelaku, korban diduga disetubuhi oleh pelaku.
Setelah kejadian tersebut, korban merasa trauma dan menganggap dirinya sudah tidak berharga lagi, hingga akhirnya korban sempat ingin melakukan bunuh diri.
“Setelah itu terjadi lagi dua kali di rumahnya dengan modus yang sama,” ungkapnya.
Saat itu pelaku juga sempat menakut-nakuti korban dengan mengatakan bahwa pelaku bisa membunuh tanpa menyentuh dan mengatakan bisa menghilang.
“Korban sempat cerita ke teman-temannya kalau pelaku ini bilang korban sudah jadi istri pelaku karena sudah melakukan hubungan badan. Si pelaku juga bilang kalau apa yang dia lakukan itu bukan zinah karena korban tidak hamil,” pungkasnya.
Saat ini kasus dugaan pelecehan seksual tersebut sedang ditangani oleh pihak Kepolisian dari Polresta Yogyakarta. Dan untuk keluarga korban juga meminta pendampingan dari LBH YPK Rajawali Mas.
Ar/Ed. MN



