LimaSisiNews, Yogyakarta (DIY) –
Simpang siur perhitungan suara aplikasi baru KPU RI, siRekap dalam hasil perhitungan suara Pemilu 2024 yang diduga ada indikasi penggelembungan suara untuk memenangkan salah satu Paslon Capres – Cawapres.
Dari beberapa video yang beredar dengan judul bongkar jeroan siRekap dimedia sosial, tampak jelas jumlah suara yang muncul kuat dugaan sudah diseting terlebih dahulu. Semua angka dari Paslon naik semua dengan presentase yang berbeda-beda.
Berdasarkan keterangan dewan pakar TKN 01, Amin Subekti, dilansir dari video yang dimuat Kompas TV memaparkan bahwa jumlah proporsi penggelembungan suara untuk Paslon 01 sebesar 19,6%, Paslon 02 sebesar 65%, Paslon 03 sebesar 15,4% dari jumlah form C1 sebenarnya.
Sementara dihubungi LimaSisiNews melalui pesan singkat WhatsApp salah satu narasumber dari KPU RI pusat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihaknya siap untuk dilakukan audit forensik IT oleh pihak yang ingin mengajukan gugatan.



