Dia merupakan sosok guru bagi tiga serangkai Ki Pemanahan, Ki Juru Martani, dan Ki Penjawi. Selain guru bagi ketiganya, Ki Ageng Selo juga guru bagi Mas Karebet alias Jaka Tingkir, alias Sultan Hadiwijaya, sosok pendiri Kesultanan Pajang.
Berdasarkan buku Pandangan Hidup Kejawen dalam Serat Pepali Ki Ageng Selo (2004) Ki Ageng Selo merupakan moyangnya raja-raja Mataram, dapat dijelaskan bahwa cucu Ki Ageng Selo bernama Ki Ageng Pamanahan memiliki anak bernama Danang Sutawijaya. Kemudian bergelar Panembahan Senopati seperti diketahui adalah Raja Mataram yang sangat masyhur.
Lahirnya Kerajaan Mataram memang tidak dapat dipisahkan dari sosok Ki Ageng Pamanahan, cucu Ki Ageng Selo. Waktu itu dianggap berhasil oleh Sultan Hadiwijaya (penguasa Kerajaan Pajang) dalam mengalahkan Arya Penangsang melalui tangan anaknya Danang Sutawijaya.
Melalui kemenangan anaknya ini, Ki Ageng Pamanahan dianggap berhasil dan kemudian diganjar dengan tanah Mataram yang masih berupa hutan disebut alas Mentaok. Selama hidupnya, Ki Ageng Selo dikenal sebagai seorang petani sekaligus seorang wali yang cendekia.
Dia juga mumpuni di bidang karawitan, seni lukis, dan seni ukir. Dalam sebuah cerita, Ki Ageng Selo yang membuat pintu bledheg di Masjid Agung Demak, yang kini pintu aslinya masih dapat kita jumpai di Museum Masjid Agung Demak.
AR



