LimaSisiNews
Minggu, 27 September 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata
No Result
View All Result
LimaSisiNews
  • NEWS
  • SIANTAR – SIMALUNGUN
  • PERISTIWA
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • HUKUM
  • ENTERTAINMENT
  • OLAHRAGA
  • TEKNOLOGI
  • WISATA
Home Nasional DI Yogyakarta
Ibu Ayem, pedagang kembang api legendaris

Ibu Ayem, pedagang kembang api legendaris

Ibu Ayem Penjual Kembang Api Legendaris Memilih Berbagi di Tengah Ekonomi Lesu

by Redaksi
16/02/2026
in DI Yogyakarta
15
SHARES
102
VIEWS

Selain berdagang, Ibu Ayem juga dikenal aktif memberdayakan karyawan dan warga desa. Ia menerapkan filosofi hidup “kasih pancing, bukan ikan” dengan memberi modal usaha kecil kepada mereka yang ingin berjualan, terutama saat momen Lebaran.

“Saya didik mereka, ‘mbok, ya, Lebaran itu jualan’. Kalau tidak laku, kembalikan ke saya. Saya kasih mereka pancing, terutama orang-orang desa,” katanya.

Tak hanya memberi modal, Ibu Ayem juga menjamin keamanan para pedagang kecil yang mengambil barang darinya. Ia bahkan siap bertanggung jawab jika terjadi masalah di lapangan.

“Kalau dirampas atau ada apa-apa, kasihkan saja. Urusannya nanti sama aku, tak ijoli,” ucapnya tegas.

Bagi Ibu Ayem, berjualan kembang api bukan sekadar mencari keuntungan. Ada misi budaya yang ia rawat selama puluhan tahun, yakni nguri-uri tradisi Tionghoa yang identik dengan petasan dan kembang api sebagai simbol sukacita, harapan, dan doa keselamatan. Tradisi itu, menurutnya, perlu dijaga agar generasi muda tetap mengenal akar budaya di tengah perubahan zaman.

Kini, di usianya yang tak lagi muda, harapan Ibu Ayem sederhana: ekonomi segera pulih, masyarakat hidup lebih sejahtera, dan semua orang diberi kesehatan. Kebahagiaan terbesarnya justru datang dari hal-hal kecil melihat anak-anak desa bisa berjualan, membeli baju baru, atau mengisi pulsa dari hasil kerja mereka sendiri.

Di tengah lesunya ekonomi, kisah Ibu Ayem menjadi pengingat bahwa berbagi bukan hanya soal bantuan materi, melainkan membuka jalan agar orang lain dapat berdiri di atas kaki sendiri, sembari tetap merawat warisan budaya.

Ar/Ed. MN

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Headline
Share6SendShare

Berita Terkait

Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap

Juni 8, 2026

LimaSisiNews, Sleman (DIY) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus memperkuat ketahanan sumber daya air melalui program pemeliharaan embung dan sumber...

Anggaran Terbatas, DPUPKP Sleman Prioritaskan Pembangunan Kantor Kapanewon Turi dan Taman Budaya

Maret 14, 2026

LimaSisiNews, Sleman (DIY) - Keterbatasan anggaran pada tahun 2026 memengaruhi sejumlah rencana pembangunan di bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum,...

Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Suwarsono

Pengelolaan PSU Perumahan di Pengelolaan PSU Perumahan di Sleman Terkendala Anggaran dan Perilaku Warga

Maret 14, 2026

LimaSisiNews, Sleman (DIY) – Pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) perumahan di Kabupaten Sleman masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari...

Berita Terbaru

Hukrim

Polsek Buntu Pane Sergap Puluhan Remaja Diduga Hendak Balap Liar, 21 Sepeda Motor Diamankan

September 17, 2026
Peristiwa

Lagi, Kecelakaan Kerja di Tambang Batubara Blok Cepak Pasar Cibobos: Seorang Warga Cibobos Tewas, Tanggung Jawab Pengelola Dipertanyakan

September 11, 2026
Hukrim

GAMMA Pertanyakan Pengesahan RJ Kasus Dugaan Penculikan Uun, Siap Geruduk Polda Banten

September 10, 2026
Hukrim

Polisi Picing Mata, Gudang CPO dan Kernel Ilegal di Eks PT. Radian Utama Km 12 Air Kulim Kebal Hukum

Juli 13, 2026
DI Yogyakarta

Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap

Juni 8, 2026
Banten

Perhutani Minta PT. NKE dan PT. GHL Hentikan Pembangunan PLTMH di Kawasan Hutan Ciherang Selatan Petak 10.11 dan 12

Juni 8, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

©2024 LimaSisiNews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata

©2024 LimaSisiNews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba

You cannot copy content of this page

https://limasisinews.com/