LimaSisiNews
Minggu, 27 September 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata
No Result
View All Result
LimaSisiNews
  • NEWS
  • SIANTAR – SIMALUNGUN
  • PERISTIWA
  • REGIONAL
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • HUKUM
  • ENTERTAINMENT
  • OLAHRAGA
  • TEKNOLOGI
  • WISATA
Home Nasional DI Yogyakarta

Festival Mlangi, Upaya Menghidupkan Kembali Aksara Pegon Ditengah Era Komunikasi Digital

by Redaksi
08/05/2025
in DI Yogyakarta, Seni & Budaya
18
SHARES
123
VIEWS

LimaSisiNews, Yogyakarta (DIY) –

Ditengah perkembangan komunikasi digital yang begitu pesat, aksara Pegon, mulai terpinggirkan. Penggunaannya kini semakin terbatas, padahal ia memiliki peran penting dalam warisan budaya.

Melihat fakta tersebut, Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan, perlu upaya untuk menghidupkan kembali aksara Pegon. Hal ini sangat penting demi menjaga kelestarian budaya ini bagi generasi mendatang.

Beny yang membuka Festival Mlangi pada Rabu (07/05/2025) di Lapangan Yayasan Nur Iman, Mlangi Sleman ini mengatakan, aksara Pegon diharapkan dapat hidup kembali.

Bertema “Menjawab Masa Depan Berbasis Literasi Tradisi”, festival ini tidak hanya sebagai objek kajian, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Aksara Pegon adalah sistem penulisan yang digunakan oleh masyarakat Jawa untuk menuliskan bahasa Jawa dengan menggunakan huruf Arab. Pegon sering digunakan dalam konteks keagamaan, terutama untuk menulis teks-teks Islam, seperti kitab-kitab agama, doa, atau ajaran pesantren.

“Aksara Pegon bukan hanya sebagai alat tulis, tetapi juga merupakan jembatan dalam penyebaran ajaran Keislaman di kalangan masyarakat Jawa, melalui karya-karya pesantren dan tradisi keagamaan,” ungkap Benny.

Beny menambahkan, Festival Mlangi bukan sekadar upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai ruang untuk menciptakan makna baru dalam menghadapi tantangan zaman.

Pelestarian budaya aksara Pegon harus dilihat sebagai proses transformasi aktif, bukan sekadar konservasi yang statis. Ia berharap festival ini bisa menjadi jembatan untuk mengenalkan aksara kuno ini kepada generasi muda, melalui pendekatan yang edukatif dan kreatif.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Headline
Share7SendShare

Berita Terkait

Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap

Juni 8, 2026

LimaSisiNews, Sleman (DIY) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus memperkuat ketahanan sumber daya air melalui program pemeliharaan embung dan sumber...

Anggaran Terbatas, DPUPKP Sleman Prioritaskan Pembangunan Kantor Kapanewon Turi dan Taman Budaya

Maret 14, 2026

LimaSisiNews, Sleman (DIY) - Keterbatasan anggaran pada tahun 2026 memengaruhi sejumlah rencana pembangunan di bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum,...

Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Suwarsono

Pengelolaan PSU Perumahan di Pengelolaan PSU Perumahan di Sleman Terkendala Anggaran dan Perilaku Warga

Maret 14, 2026

LimaSisiNews, Sleman (DIY) – Pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) perumahan di Kabupaten Sleman masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari...

Berita Terbaru

Hukrim

Polsek Buntu Pane Sergap Puluhan Remaja Diduga Hendak Balap Liar, 21 Sepeda Motor Diamankan

September 17, 2026
Peristiwa

Lagi, Kecelakaan Kerja di Tambang Batubara Blok Cepak Pasar Cibobos: Seorang Warga Cibobos Tewas, Tanggung Jawab Pengelola Dipertanyakan

September 11, 2026
Hukrim

GAMMA Pertanyakan Pengesahan RJ Kasus Dugaan Penculikan Uun, Siap Geruduk Polda Banten

September 10, 2026
Hukrim

Polisi Picing Mata, Gudang CPO dan Kernel Ilegal di Eks PT. Radian Utama Km 12 Air Kulim Kebal Hukum

Juli 13, 2026
DI Yogyakarta

Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap

Juni 8, 2026
Banten

Perhutani Minta PT. NKE dan PT. GHL Hentikan Pembangunan PLTMH di Kawasan Hutan Ciherang Selatan Petak 10.11 dan 12

Juni 8, 2026
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

©2024 LimaSisiNews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Internasional
    • Siantar – Simalungun
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Hukrim
  • Entertainment
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata

©2024 LimaSisiNews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba

You cannot copy content of this page

https://limasisinews.com/