Senada, aktivis Lebak, Rizwan Comrade mengatakan bahwa proyek cut and fill perumahan tersebut bukan saja berdampak pada jalan yang licin akibat tanah yang terbawa air hujan hingga ke jalan, sebelumnya bahkan proses cut and fill juga merusak pagar pembatas RSUD Cilograng.
“Dampak dari cut and fill perumahan itu juga sebelumnya telah merusak pagar pembatas RSUD Cilograng, malah sekarang lingkungan kena dampak, jalan jadi licin dan berlumpur” kata Rizwan.
Hal ini bukti bahwa keberadaan proyek tersebut merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi para pengendara, apalagi pada kondisi hujan.
“Saya kira proyek tersebut harus dievaluasi karena dampak negatifnya lebih besar daripada dampak positif, kita tidak mau adanya perumahan namun keberadaan berdampak buruk bagi lingkungan,” tegasnya.
Para aktivis dan tokoh masyarakat tersebut berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek cut and fill yang sedang berjalan serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran aturan lingkungan.
Masyarakat pun didorong untuk aktif mengawasi dan menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan demi terciptanya pembangunan yang adil, berimbang, dan berkelanjutan.
Tri/Ed. MN



