Joko juga mempertanyakan terkait anggaran untuk study tiru tersebut darimana, karena sebagai warga berhak tahu hal tersebut menyangkut transparansi anggaran dari Kalurahan untuk apa saja.
“Sebagai warga yang taat hukum, kami juga perlu tahu sumber anggaran/dana untuk perjalanan study tiru itu dari mana, dan Kalurahan harus transparan,” tandasnya.
Terkait hal tersebut, hingga saat belum ada kejelasan terkait kapasitas dan urgensi hingga seluruh perangkat Kalurahan diikut sertakan dalam kegiatan study tiru ke Malang tersebut.
Sebagai informasi, Kepala Desa Tirtomartani bersama seluruh perangkat Kalurahan pada tanggal 18 Juni sampai 20 Juni melakukan kegiatan study tiru ke Malang, dan otomatis hanya tersisa 3 orang petugas honorer dan 1 kepala Dukuh.
AR



