LimaSisiNews, Sleman (DIY) –
Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedy Mulyadi (KDM), terkait pelarangan kegiatan study tour, menimbulkan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata, termasuk di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Salah satu destinasi yang terdampak langsung adalah kawasan wisata Jeep Lava Tour Merapi. Suasana yang biasanya ramai kini tampak lengang. Hal ini dirasakan betul oleh para pelaku wisata, seperti disampaikan oleh Jawir, pengelola MJAK Adventure Jeep Wisata Lava Tour Merapi, saat dikonfirmasi LimaSisiNews, Selasa (22/07/2025).
“Sejak ada larangan tersebut, jumlah kunjungan menurun drastis. Hari ini saja hanya ada satu rombongan dari Bali yang datang menggunakan 6–7 bus. Padahal di hari-hari biasa, minimal kami bisa menerima 500 lebih pengunjung,” ungkap Jawir.
Ia menyebut penurunan kunjungan mencapai 30–40 persen. Dampak ini membuat roda ekonomi yang bergantung pada sektor pariwisata terasa melambat. Jawir berharap pemerintah segera turun tangan untuk merespons kondisi ini.
Terpisah, Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Dardiri, mengimbau para pelaku wisata agar tetap semangat dan tidak kehilangan harapan.
“Kita tidak perlu berkecil hati. Kita harus tetap optimis, dan mencari terobosan. Misalnya menggandeng instansi-instansi pemerintah, swasta, hingga pabrik-pabrik untuk kembali menghidupkan wisata,” ujarnya.



