LimaSisiNews, Yogyakarta (DIY) –
Masyarakat suku Tengger dikenal masih kental dengan kearifan lokalnya dalam nuansa Hindu. Mereka fasih berbahasa Jawa dengan dialek Tengger. Mereka hidup dengan mata pencaharian berladang dan berkebun di dataran tinggi dan memiliki berbagai tanaman herbal.
Masa kerajaan Hindu di Pulau Jawa, pegunungan Tengger (Lereng Bromo-Semeru) diakui sebagai tempat abdi spiritual dari Sang Hyang Widi Wasa yang disebut juga sebagai Hulun.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Hartanto, S. E., S. H., M. Hum., Dekan dari Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) kepada LimaSisiNews melalui pers rilisnya, Sabtu (27/07/2024) pagi.



