LimaSisiNews, Yogyakarta (DIY) –
Pembangunan gedung ruang kelas baru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 9 Bantul, Yogyakarta yang menghabiskan anggaran Rp3,1 miliar dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Kantor Kemenag DIY tersebut dinilai mengabaikan standar keamanan pekerja.
Dari pantauan LimaSisiNews di lokasi tampak semua pekerja proyek tidak ada satu pun yang menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD).
Kepada LimaSisiNews, salah satu petugas logistik dari CV. Yasa Sakti yang kebetulan di lokasi proyek mengatakan, untuk pengawasan terkait K3, (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), pihaknya sudah menyarankan ke seluruh pekerja, namun tidak ada yang mau menggunakan.
“Kita sudah sering bilang ke mandor sama pekerja, tapi mereka selalu beralasan tidak biasa pakai APD, sumpek kalau pakai APD,” tuturnya, Jumat (26/04/2024).
Di lokasi pekerjaan juga tidak ada satu pun tenaga teknis K3 yang seharusnya sesuai peraturan pihak penyedia jasa harus ada tenaga teknis K3 di lokasi proyek.



