LimaSisiNews, Yogyakarta (DIY) –
Aliansi Mahasiswa Raja Ampat mendatangi kantor Ombudsman RI Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY) guna mempertanyakan penyelesaian permasalahan terkait penyaluran beasiswa pendidikan mereka yang tak kunjung dibayarkan, hari ini, Rabu (10/01/2024).
28 mahasiswa raja Ampat ini mengeluhkan sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat yang hingga saat ini belum ada realisasi dengan beasiswa mereka.
“Waktu itu Provinsi Papua Barat Daya, menawarkan program beasiswa kepada kami, 28 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi di Yogyakarta sejak bulan Mei 2023,” tutur Marthen koordinator dari aliansi Mahasiswa Papua.
Awal program tersebut digulirkan Pemda Kab. Raja Ampat, dalam hal ini dinas pendidikan kab.Raja Ampat juga bekerja sama dengan seorang alumni salah satu universitas di Yogyakarta yang berinisial A.
Pada awal perekrutan itu sendiri, 28 mahasiswa ini dipungut biaya 5 juta rupiah yang katanya digunakan untuk pembayaran administrasi awal masuk hingga Wisuda, jadi tugas mahasiswa ini hanya kuliah saja. Sedangkan untuk biaya hidup dan perkuliahan ditanggung oleh Pemda. Namun hingga saat ini biaya hidup yang dijanjikan oleh Pemda Kab. Raja Ampat belum juga terealisasi.
“Kontribusi Pemda sendiri dalam hal ini belum ada, padahal seharusnya yang mengajukan dispensasi atau melunasi tunggakan tersebut adalah Pemda selaku penawar program beasiswa ini,” kata Marthen.



