Ia berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan sesuai dengan regulasi yang diberikan.
Sementara itu, Ketua Baznas Klaten, Muchlis Hudaf melaporkan bahwa Baznas Klaten dalam menyalurkan dan memberikan bantuan selalu berkomitmen untuk berkolaborasi, berkomunisasi dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten.
“Dalam memberikan bantuan untuk 95 RTLH di lima wilayah kecamatan miskin ekstrem tersebut melalui proses verivikasi. Sehingga membutuhkan dukungan yang optimal dari Kepala Desa dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kecamatan. Karena realita di lapangan sekalipun data tersebut sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tetap harus diverifikasi kembali apabila tidak sesuai kriteria yang dibutuhkan. Jadi kami (Baznas Klaten) berusaha aman regulasi, aman syar’i dan NKRI,” ungkapnya.
Ia memaparkan bahwa Baznas juga menyalurkan BPRR di sembilan titik dengan nominal yang tidak sama sesuai kerusakan rumah dengan total bantuan Rp60 juta.
“Selain itu kami (Baznas Klaten) juga memberikan bantuan kesehatan kepada Mustahik dari wedi sebesar Rp5 juta. Bantuan yang akan kami salurkan pada hari ini (RTLH, BPRR, Jambanisasi, dan Kesehatan) total Rp1,380 miliar. Tentunya kita semua berbahagia karena bisa berbuat baik membahagiakan saudara-saudara kita yang secara ekonomi belum beruntung, bisa membantu membangun rumah menjadi layak sehingga mereka (yang mendapatkan bantuan) bisa nyaman dan bahagia,” paparnya.
Terakhir, Baznas Klaten memberikan bantuan kepada penerima manfaat yakni sejumlah 160 orang yang terdiri dari bantuan RTLH sejumlah 95 orang, BPRR sejumlah sembilan orang, Jambanisasi sejumlah 50 orang, dan bantuan kesehatan sejumlah satu orang.
Arifin/MN



