“Saya harap kita bisa hidup berdampingan antara sesama pengusaha, untuk itu kami minta agar pihak peternakan bisa mencarikan solusi bagaimana agar bau yang menyengat ini bisa hilang, setidaknya diminimalisir,” lanjutnya.
Sementara itu Setyawan selaku pemilik peternakan Mbangun Desa Group mengatakan, selama ini pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin, termasuk menguruk kotoran dengan abu dan melakukan penyemprotan.
“Sebenarnya masalah bau dan lalat sudah kita kelola setiap hari, tapi yang namanya cuaca ektrim yang bikin Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya kalang kabut,” ujarnya.
“Tapi saat ini untuk lalat sudah bisa kita atasi dengan memakai kompor tangan dan racun lalat tabur. Sedang untuk bau kita memakai gamping zeolit, abu sekam dan pasir, sehingga kotoran bisa kering. Juga untuk pagar kita naikkan setinggi tiga meter,” pungkasnya.
Sesuai kesepakatan, disaksikan warga, DP3 Sleman, Lurah Umbulharjo Danang Sulistyo, Setyawan setuju dan berjanji akan memperbaiki area kandang terkait lingkungan untuk meminimalisir adanya bau dan lalat.
Dan apabila dalam batas waktu 6 bulan tidak ada pengurangan dampak lalat dan bau, Setyawan akan menutup ternak tersebut.
Hadir dalam acara mediasi tersebut antara lain, perwakilan warga Weron dan Gondang, DP3 Sleman, Dispertaru Sleman, Lurah Umbulharjo, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, serta Babinkamtibmas Polsek Cangkringan dan Babinsa.
Ar/Ed. MN



