Sekda DIY yang menyambut putera bungsu Presiden Joko Widodo itu langsung mengantarkannya ke ruang kerja Gubernur DIY.
Beny menjelaskan kedatangan Kaesang untuk bertemu dengan Sri Sultan merupakan ajang silaturahmi. Keduanya banyak berbicara tentang situasi terkini kenegaraan. Selain itu pembicaraan juga berlangsung santai, dialog antara Sultan dan Ketua Umum PSI itu.
“Kedatangannya silaturahmi sebagai generasi muda, ya, tentu ingin dialog. Setelah itu bicara situasi kekinian yang terjadi. Intinya dialog kekeluargaan. Dia, kan, dari Solo yang harus ke Jogja dan sebagainya,” jelasnya.
Beny menyebut pembicaraan antara Sultan dan Kaesang sama sekali tidak menyinggung soal pernyataan Ade Armando yang beberapa waktu lalu viral lantaran melontarkan kata-kata tentang politik dinasti di DIY.
“Mboten, itu, kan, sudah berlalu mestinya. Sudah selesai, Ade Armando sudah selesai. Mas Kaesang, intinya, ya, dialog kenegaraan. Ya, karena generasi muda jadi dialognya ala generasi muda. Tidak terkait dengan situasi yang kemarin muncul misalnya dengan masalah di Jogja, itu sudah selesai,” paparnya.
Beny menambahkan, ada pembicaraan yang menarik antara Sultan dengan Kaesang dalam pertemuan singkat tersebut. Kaesang,, kata dia, banyak menerima masukan dari Sultan soal masalah kebangsaan.
“Menurut saya yang menarik dari dialog itu karena beliau pemimpin muda ingin mendapatkan banyak masukan bagi kemanfaatan negara ke depan. Sultan, kan, juga pernah memimpin hal yang sama dulu, bahkan 3 periode sehingga pelan-pelan itu disampaikan ke Mas Kaesang,” ungkapnya.
Arifin/ed. MN



