Melalui hal itu, pemerintah terus berusaha memperbaiki iklim ketenagakerjaan demi terciptanya iklim investasi yang positif. Sebab, iklim ketenagakerjaan yang harmonis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Alhamdulillah, 2022 kemarin, kita bisa mencapai peningkatan ekonomi pada angka 5,31persen yang sebelumnya ketika ada Pandemi pada tahun 2021 hanya mencapai angka 3,7 persen. Itu masih plus, (karena) banyak negara-negara yang menghadapi kolaps akan pertumbuhan ekonomi yang minus,” jelas Sumadi.
“Untuk itu mari kita bersama-sama turut andil memperbaiki iklim ketenagakerjaan di Indonesia. Karena sejatinya iklim ketenagakerjaan yang harmonis dan kondusif dapat mendorong peningkatan produktivitas kerja serta kesejahteraan kerja itu sendiri sebagai tulang punggung perekonomian di Indonesia,” imbuhnya.
Ia pun berharap, perserikatan kerja baik itu Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bersama dengan pemerintah dapat terus bergandengan tangan untuk mencapai iklim ketenagakerjaan yang lebih baik.
“Selanjutnya saat ini juga kita meningkatkan tren digitalisasi industri, sehingga dirasakan perlu terobosan untuk selalu meningkatkan potensi keterampilan kerja. Maka dari itu kami mengajak kepada rekan-rekan sekalian untuk terus meningkatkan kualitas diri, meningkatkan professionalisme yang dibuktikan dengan sertifikasi,” pintanya.
“Sehingga rekan-rekan pekerja mampu bersaing dengan sehat dan baik. Bahkan (mampu bersaing) dengan pekerja dari luar negeri,” pungkasnya.
Arifin/ed. MN



