“Pokoknya ini secepat-cepatnya. Semoga bulan Maret sudah selesai semua. Tapi tidak sekadar menambal, tapi jangka panjang, jangan besok ditambal besok rusak lagi,” pungkas Sri Mulyani.
Sementara itu, General Manager Lahan dan Utilitas PT. JMM, Muhammad Amin menyatakan dari 51 ruas jalan yang russk yang dilaporkan Pemkab, sudah 21 yang diperbaiki.
“Hampir 50 persen sudah kita tangani. Kita tetap berkomitmen melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” ungkap Amin usai rakor.
Rakor tertutup di ruang B2 Pemkab Klaten dihadiri juga pimpinan DPRD Klaten dan Komisi. Selain itu, sejumlah camat dan instansi terkait lainnya dihadirkan.
Ditemui terpisah, Ketua DPRD Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo berharap sebelum akses jalan yang rusak tersebut diperbaiki, aktivitas penambangan diharapkan dihentikan terlebih dahulu sampai perbaikan selesai dikerjakan.
“Ya, kita harapkan sebelum ada perbaikan untuk jalan yang rusak, aktivitas truk muatan uruk dihentikan dulu sebelum akses jalan yang dilalui selesai diperbaiki,” ucapnya saat ditemui di rumah dinasnya, Rabu (15/02/2023) malam.
Wagiman, salah satu warga Njiwo Wetan wilayah Wedi, Klaten menuturkan bahwa jalan ini sebenarnya sudah lama rusak. Ditambah lagi dengan adanya aktivitas lalu – lalang truk muatan uruk.Akibatnya jalan Bayat – Wedi ini makin rusak parah dan berlubang.
“Ya, kalau kami, kan, cuma wong cilik, ya, kami cuma bisa mengeluh saja. Kalau jalan ini sebenarnya sudah lama rusak, tapi tidak separah ini. Sekarang ditambah lagi ada truk-truk dam muatan uruk buat Tol, jalannya tambah rusak parah. Kami sama warga pernah juga swadaya untuk memperbaiki jalan ini dengan semen, tapi, ya, kondisinya tetap seperti ini,” tuturnya saat dijumpai media di lokasi Njiwo Wetan, Klaten.
Arifin/ed. MN



