“Kami akan menggelar aksi besok pagi pada hari Jum’at tanggal 21 Juli 2023 sehabis sembayang Jum’at sampai selesai dengan AKSI MORAL BERBUDAYA yang diisi orasi budaya, musik, puisi serta memberikan petisi kepada DPRD Provinsi DIY dilanjutkan dengan berjalan kaki ke titik untuk bersama-sama membacakan Petisi,”jelasnya.
Forum Bela Budaya Adat dan Tradisi Nusantara akan mengajak masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian pembelaan tradisi budaya.
“Walaupun pelaku telah minta maaf maka kami tetap akan melanjutkan ke jalur hukum agar ditindak lanjuti,” tandas Mahesa.
Beberapa elemen yang tergabung dalam aksi besok pagi antara lain, Forum Budaya Jawa-Bali, Asosiasi Seni Pertunjukan Nusantara (Asitantra), Paguyuban Seni Tradisi DIY (Pasri), Forum Komunikasi Perjuangan Rakyat Nusantara (Forkom Prana), Dan Sanggar Seni Budaya Rajawali Emas.
“Kami berharap dari kegiatan ini adalah tuntutan keranah hukum, serta jika benar pelaku adalah staff kepresidenan maka ia harus dicopot segera. Juga sebagai pembelajaran bagi siapapun untuk tidak bermain-main dengan adat tradisi budaya yang kami anggap luhur,” pungkas Mahesa.
Arifin



