Ia menilai orang-orang yang tinggal di perkotaan seharusnya mereka memiliki finansial yang cukup mumpuni, termasuk kemampuan kebersihan tempat tinggal,rumah akses perumahan dan lain sebagainya
“Makanya Kota Jogja ini kalau dikelola dengan baik sebenarnya luar biasa potensinya, sebagai contoh misalnya seperti Kota Solo yang notabene kotanya kecil tapi kenaikan ekonominya bisa mencapai 6 persen pasca pandemi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ricco menambahkan bahwa sebenarnya Kota Jogja ini punya semuanya, kota budaya, kota pendidikan, juga kota pariwisata. Tinggal pengelolaannya bagaimana. Kemudian masyarakatnya juga benar-benar bahagia lahir batin.
“Saya merasakan banyak sekali masyarakat usia milenial akhirnya lebih memilih keluar Jogja karena objek yang bisa dikerjakan terbatas sekali Ya, objek berusaha, kesempatan kerja juga terbatas sekali. Pada akhirnya meraka memilih keluar kota Jogja yang bisa mengakomodasi. Akhirnya saya berfikir kenapa, kok, Kota Jogja ini tidak bisa dimaksimalkan perannya? Jadi, ya, bisa nyaman semuanya, nyaman untuk tempat tinggal, nyaman untuk berusaha/bekerja dan nyaman untuk hari tua. Kalau Kota Jogja bisa seperti itu, ya, luar biasa sekali,” imbuhnya.
Ke depan, ia sangat berharap, jika masyarakat Kota Jogja memberikan amanah untuk menjadi Wakil Walikota, Jogja bisa menjadi kota yang nyaman untuk menikmati hari tua. Kota yang berpenghasilan layak untuk masyarakatnya, tentunya dengan lebih maksimal dalam pengelolaan semua potensi yang ada .
Arifin/Ed. MN



