1. Bahwa bidang-bidang yang selama ini mempunyai masalah di kalangan warga dan perlu untuk dibenahi, antara lain: bronjong penahan air sungai, infrastruktur jalan, lampu penerangan jalan, pengelolaan sampah, dan saluran drainase. Selain itu, karena mayoritas warga di sekitar Kelurahan BP. Nauli adalah petani, hal-hal yang terkait pertanian, seperti pupuk bersubsidi dan obat-obatan, bibit padi, harga gabah, minyak solar untuk traktor pengelola sawah, sangat perlu segera dibenahi.
2. Bahwa lembaga kegislatif (DPRD) bersama lembaga eksekutif (Pemko Pematang Siantar) akan tetap bersinergi dalam koordinasi dan kerjasama yang baik untuk tetap berupaya mensejahterakan warga Kota Pematang Siantar.
Kegiatan yang diawali dan ditutup dengan doa, dan dihadiri sekitar 200 orang warga itu berlangsung serius namun ceria. Keakraban dengan warga adalah gambaran betapa menyatunya hati antara warga dengan wakil rakyat pilihan mereka di lembaga legislatif kota ini, demikian juga dengan aparat Pemko Pematang Siantar.
Turut hadir dalam kegiatan reses tersebut, Lurah BP. Nauli, Bungaran Togatorop; mewakili Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian, H. Sibuea; mewakili Kadis Tarukim, Freddy Nababan; mewakili Kadis PUPR, Kristian Siregar; mewakili Kadis Lingkungan Hidup, Manotar Ambarita dan Alex Saragih.

Astronout Nainggolaan, anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Kota Pematang Siantar itu, tidak lupa berpesan, “Tahun 2023 diprediksi akan terjadi resesi ekonomi di seluruh dunia, oleh karena itu kita harus persiapkan diri, baik secara jasmani maupun rohani agar kita tetap bisa menjalani hidup kita dengan normal dan bisa melalui masa kesulitan akibat resesi tersebut,” ujar Astronot dalam himbauannya yang penuh harapan.
Marolop Nainggolan/MN



