“Bantul merupakan salah satu wilayah yang termasuk rawan bencana, baik bencana non alam maupun bencana alam, seperti tanah longsor, banjir, gempa bumi, maupun tsunami. Bencana tersebut dapat terjadi kapan saja sehingga menuntut kita untuk selalu waspada, dan mengambil tindakan-tindakan yang sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita,”ujar Didik.
Ia menambahkan bahwa Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) serta komunitas yang lain, adalah aset berharga yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bantul, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bertugas merawat keberadaan relawan dan komunitas tersebut.
Sementara itu, salah satu relawan menuturkan bahwa dengan keberadaan jambore tersebut diharapkan bisa menambah keakraban dan juga meningkatkan kapasitas relawan. Dalam jambore ke-3 ini juga diadakan lomba PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), Cerdas Cermat, Gelar Gulung Selang, serta Bongkar Pasang Chainsaw.
Arifin/ed. MN



