“Komitmen bersama ini harus kita jaga agar masyarakat baik pendatang maupun masyarakat Yogyakarta sendiri tetap merasa aman dan nyaman tinggal Yogyakarta ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolda DIY, Suwondo Nainggolan, saat ditemui awak media usai audiensi menjelaskan bahwa maksud kehadiran ormas ke Polda DIY dalam rangka untuk memberikan dukungan kepada kinerja Polda DIY. Suwondo juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran ormas ke Polda DIY.
“Kami ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan ormas atas kehadirannya. Rekan-rekan ormas ini mewakili masyarakat yang sifatnya memberikan dukungan dengan apa yang sudah kita lakukan,” ujar Kapolda.
Kapolda juga berpesan kepada rekan-rekan ormas yang tergabung dalam FKYB agar tetap bisa menjaga kerukunan agar masyarakat Yogyakarta tetap aman dan nyaman.
“Saya harap rekan-rekan tetap jaga situasi kerukunan di masyarakat agar Yogyakarta tetap aman dan nyaman untuk ditinggali. Kami pesan agar reka -rekan tidak melawan kekerasan dengan kekerasan. Kami juga berkonsekuen untuk memudahkan jalur komunikasi, sehingga bisa memanggil anggota Polri. Tapi kami juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk juga aktif merespon memberikan informasi kepada kepolisian. Yang terakhir, mari sama-sama kita jaga Jogja ini dengan penuh kerukunan,” tandas Kapolda.
Dalam kesempatan itu juga dibacakan pernyataan dan dukungan sinergitas antara ormas DIY dan Polda DIY, antara lain:
- Mendukung upaya penegakan Hukum bagi siapa saja yang melanggar hukum tanpa tebang pilih;
- Mengajak para tokoh-tokoh masyarakat, baik masyarakat DIY atau pun pendatang yang ada di DIY untuk bersatu dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta;
- Menghimbau kepada aparat penegak hukum terkait,untuk mengawasi dan menindak tegas peredaran minuman keras ilegal dan terbuka secara terang- terangan dimuka umum yang sering memicu terjadinya keributan dan kriminalitas di jalanan;
- Memperkuat sinergitas kolaborasi antara TNI-Polri-Pemda-ormas dan masyarakat dalam menciptakan DIY aman, nyaman dan anti kekerasan.
Agenda hari itu di Mapolda DIY diikuti oleh sekitar 50 orang perwakilan dari 12 ormas dari wilayah DIY yang tergabung dalam FKYB, antara lain FKJR, Merkade, Meekids, BB9, RANGGAGAS, STS, Aliansi Masyarakat DIY Bersatu, FKBN, KIBER, Linduaji, Gemuruh (Generasi Muda untuk Perubahan), dan Banser.
Arf/ed. MN



