Orasi dan teriakan dilontarkan. Gerbang tak kunjung dibuka, lalu massa malah meneriakkan yel yel, agar Susanti Dewayani diturunkan (dicopot) dari jabatan Walikota Siantar.
Tak lama kemudian, tikar yang dibentang di depan gerbang, dipindah ke tengah badan jalan. Lalu massa pun mendudukinya.
Aksi itu dilakukan massa terkait kebijakan PTPN III menduduki (mengokupasi) lahan HGU Nomor 1 Siantar yang telah lama dikuasai masyarakat penggarap.
Sejak kemarin, PTPN III melakukan okupasi, dengan menggunakan alat berat untuk membabat tanaman penggarap dan merubuhkan rumah kosong (rumah tidak berpenghuni) di lahan HGU Nomor 1 Siantar. Okupasi melibatkan pengamanan dari unsur Polri, TNI, Sat Pol PP dan Satpam PTPN III.
Dampak aksi dari masyarakat penggarap ini, menyebabkan Jalan Merdeka, depan Kantor Walikota Siantar, macet. Apalagi massa semakin menguasai badan jalan. Ujarnya
Tim/Red



