Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa para pelaku politik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan demokrasi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia mengkritisi tingginya indeks demokrasi yang belum berbanding lurus dengan kondisi kesejahteraan rakyat, yang menurutnya merupakan kegagalan kolektif para pelaku politik.
Hasto menyebut kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan sebagai musuh utama bangsa, termasuk bagi partai politik. Ia menegaskan bahwa politik sejatinya tidak membutuhkan uang, melainkan kepercayaan dari rakyat.
“Pelaku politik seharusnya mencari kepercayaan, bukan sibuk mencari uang untuk pemilihan,” kata Hasto.
Di hadapan para kader PPP, Hasto juga menyampaikan refleksi kritis mengenai esensi tanggung jawab moral dalam politik. Menurutnya, ukuran keberhasilan politik tidak ditentukan oleh identitas partai, melainkan oleh sejauh mana keberpihakan kepada rakyat kecil.
“Nanti di akhirat kita tidak akan ditanya dulu partai apa. Tapi yang ditanyakan, orang miskin sudah diurus atau belum. Itu kuncinya,” ungkapnya.
Kegiatan Sapa Aruh ini dihadiri oleh jajaran pengurus PPP, perwakilan badan otonom, simpatisan, serta anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan. Acara berlangsung tertib dan lancar hingga selesai.
AR



