Ia juga mengungkapkan bahwa Dirinya diundang hanya sebagai tamu melalui undangan seperti layaknya tamu undangan yang lain.
“Bahkan kami diundang hanya sebagai tamu melalui undangan seperti layaknya tamu undangan lainnya pada hari H. Ini menjadi perhatian dan catatan khusus kami Terkait pelaksanaan WJNC 2023 oleh Dinpar Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

Lebih lanjut Antoro mengatakan Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Sebenarnya sebenarnya mengapresiasi untuk pemberlakuan tiket sponsorship tersebut, hanya saja untuk pengelolaannya harus pihak yang profesional.
“kami mengapresiasi terkait pemberlakuan tiket sponsorship ataupun tiket berbayar, tetapi dengan catatan harus dikelola oleh pihak lain yang profesional, bukan oleh dinas, tetapi harus transparansi, hasil dari tiket sponsorship/tiket berbayar untuk mendukung pembiayaan pelaksanaan WJNC dalam item yang mana? (ini sama sekali tidak terkomunikasikan kepada kami komisi B DPRD). Kalau dari sektor tiket sponsorship bisa menutup biaya produksi seluruh kegiatan WJNC, maka APBD hanya diperuntukkan utk pembiayaan potensi dari 14 kemantren yang menjadi penampil diajang WJNC #8 2023,” jelasnya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, ketua BP2KY, Aldi menepis pemberitaan terkait adanya penjualan tiket di event WJNC tahun ini.
“Kami tidak ada penjualan tiket, namun sponsorship yang mengakomodir wisatawan diluar Jogja untuk bisa melihat WJNC, tujuannya untuk mendatangkan wisatawan yang dari luar wilayah Yogyakarta,” tandasnya.
Arifin



