Kapolda menyampaikan permohonan maaf atas kinerja yang belum maksimal. Polda DIY akan melakukan perencanaan, evaluasi, serta analisa terhadap kinerja yang dilakukan secara periodik. Baik di tingkat Polda, Polres/Polresta, maupun Polsek.
Polda DIY juga juga akan melibatkan pakar untuk memberikan masukan dari sisi akademis, serta melakukan silaturahmi kepada masyarakat untuk mendapatkan masukan.
“Kami mohon maaf atas kinerja yang belum optimal. Masukan-masukan ini [dari akademisi dan masyarakat] menjadi sarana support untuk mengembangkan organisasi di Polda DIY. Sehingga mampu memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Sosiolog dari UGM, Arie Sujito mengatakan, untuk menyelesaikan masalah kejahatan dan keamanan polisi perlu bekerjasama dengan banyak pihak. Seperti masyarakat, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan lembaga lainnya. Perguruan tinggi menurutnya perlu diajak menjadi bagian yang juga harus bertanggung jawab terkait keamanan.
“Kami mendorong kolaborasi ini lebih pada edukasi konflik. Yang terjadi di beberapa tempat seperti Babarsari, tempat-tempat lain ada ketegangan. Jangan gampang digeser pada isu identitas etnis, ini bukan problem etnis, ini problem struktural,” tutur Arie.
Arifin/ed. MN



