“Apa pun yang menguntungkan kita, itulah yang kita anggap pahlawan. Kita harus bisa mencapai level kesadaran universal yang artinya bahwa kita harus berani menganggap benar kalau memang dia itu benar dan kalau ia salah, ya, harus salah. Kita sebagai penerus harus bisa membangun kesadaran akan tanggung jawab kita semua. Kita semua harus memahami bahwa tantangan kita ke depan tidaklah ringan,” papar Hari.
Kemudian, Pembicara yang lain, Roy Robert lebih mewakili Indonesia Timur menekankan pentingnya mengutamakan kebersamaan dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat agar Yogyakarta tetap nyaman. Ia juga memberi pesan khusus untuk para pelajar/mahasiswa yang belajar di Yogyakarta agar tetap fokus pada pendidikan.
Yogyakarta ini nyaman untuk ditinggali, maka dari itu kita harus bisa menjaga agar suasana di Yogyakarta tetap nyaman dan damai,” ujarnya.
Lalu, Dani, pemerhati pemuda dan juga Ketua KSBSI DIY lebih menekankan tentang bagaimana masyarakat bisa lebih sejahtera dalam segala hal. Ia juga menyinggung soal rencana kenaikan pajak yang begitu besar yang bakal berdampak pada kesejahteraan masyarakat buruh, petani dan lain-lain. Ia juga menyinggung soal Undang-undang Cipta Kerja yang juga dirasa sangat merugikan buruh.
“Pemerintah harus segera menghentikan dan menurunkan angka pajak agar kesejahteraan masyarakat lebih meningkat. Kenaikan pajak ini juga akan berdampak pada rendahnya daya beli masyarakat dan dikhawatirkan menimbulkan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” tandasnya.
Diakhir acara, Ahmad Waisan, Ketua Penyelenggara mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya baik kepada seluruh peserta mau pun kepada Bakesbangpol DIY atas kehadiran dan terselenggaranya kegiatan FGD ini.
Ar/Ed MN



