“Tahun ini agak merosot di sini. Dari yang pasang lilin itu ekonominya agak susah, ya, jadi yang pasang lilin enggak begitu banyak. Perayaannya jadi lebih sederhana, lebih menyesuaikan ke kondisi Indonesia saat ini,” katanya.
Meski berlangsung sederhana, rangkaian ritual ibadah tetap berjalan khidmat. Prosesi dimulai pukul 22.00 WIB dengan ibadah yang dipimpin oleh Biksu Sasana Bodhi Mahathera. Selanjutnya, para jemaat melakukan penyalaan lilin secara serentak pada pukul 23.15 WIB yang diikuti doa bersama. Tepat pukul 00.00 WIB, pergantian tahun ditandai dengan pemukulan gong dan bedug.
Momen tersebut turut dimeriahkan dengan atraksi barongsai, kemunculan sosok berkostum Dewa Rezeki, serta pembagian angpao kepada para jemaat. Pihak penyelenggara berharap, meski pun tanpa pesta kembang api, esensi doa dan harapan baik pada Tahun Baru Imlek tetap dapat tersampaikan dengan penuh kekhidmatan.
Ar/Ed. MN



