Pada ibadah I dan Ii, Pdt. Dr. Ferry Joshua Ginting dalam khotbahnya menekankan agar tetap konsisten menjaga kesatuan dalam gereja ini. Kesatuan antara sesama pelayan (pengerja/pelayan) juga dengan jemaat dan antar sesama jemaat. Agar kesatuan dapat tercipta, hal yang harus dan yang paling utama dilakukan adalah agar senantiasa mengupayakan adanya koneksi dengan Tuhan. Agar koneksi Ilahi tetap konsisten terjaga dan ditingkatkan.
“Koneksi Ilahi pasti membuahkan kesatuan,” kata Pdt. Joshua Ginting seraya menekankan isi dan tema khotbahnya di ibadah I (09.00 WIB) dan II (11.00 WIB).
Selanjutnya di ibadah III (17.00 WIB), masih dalam tema kesatuan dan koneksi Ilahi (hubungan dengan Tuhan), Pdt. Gunawan Sembiring, dalam khotbahnya, ia memaparkan bahwa koneksi yang kuat dan erat dengan Ilahi (Tuhan) selain berbuah kesatuan di gereja, buah kesatuan itu juga akan hadir di tengah-tengah keluarga. Kesatuan antara suami dan istri, kesatuan antara orangtua dan anak-anak dan sebaliknya.
“Koneksi Ilahi juga juga akan membuahkan kesatuan di dalam keluarga. Jadi bukan hanya dalam gereja – di antara sesama pelayan/pengerja, dan antara pelayan dengan jemaat,” jelas Pdt. Sembiring.
Pantauan langsung oleh awak media ini, pada momen acara 13th Anniversari-nya, GBI Sapadia hanya menggelar acara review perjalanan gereja ini selama 13 tahun melalui tayangan rangkaian video, dilanjutkan acara tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun (Oleh Bapak dan Ibu Gembala Sidang didampingi perwakilan pelayan dan jamaat, serta Pendeta pengkhotbah). Sebelumnya acara tersebut diawali doa khusus ulang tahun GBI Sapadia yang dipimpin oleh Pendeta yang berkhotbah si ibadah tersebut.
Acara tersebut berlangsung singkat dan sangat sederhana, tanpa ada kata-kata sambutan, namun semua berlangsung hikmad dan penuh sukacita, yang bermuara kepada kemuliaan Tuhan dan untuk menyenangkan hati Tuhan.
Marolop Nainggolan/Ed. MN



