Selain itu, Dinas Pariwisata juga telah berkoordinasi dengan pelaku usaha pariwisata, Desa Wisata, Pokdarwis dan pengelola destinasi wisata Gunung Kidul dalam rangka persiapan menyambut kunjungan wisata selama libur Nataru 2022 – 2023, baik dalam ketaatan terhadap protokol kesehatan, higienitas layanan usaha pariwisata serta transparansi harga.
Hal ini sebagai upaya Kabupaten Gunung Kidul untuk menuju responsible tourism destination yang secara sederhana menjadikan destinasi wisata yang lebih baik untuk ditinggali dan dikunjungi wisatawan. Hal ini merupakan value added atau nilai tambah bagi pariwisata di Gunung Kidul dan untuk percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
“Dari pantauan di lokasi sejauh ini wisatawan yang berkunjung di Gunung Kidul masih didominasi sebagian besar wisatawan domestik, baik dari Yogyakarta maupun dari Jawa Tengah dan sebagian wisatawan dari Jawa Timur,” tutur kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Arif Aldian.
Arif juga menghimbau kepada para wisatawan yang berkunjung di kawasan destinasi yang ada di Kabupaten Gunung Kidul hendaknya tetap menjaga ketertiban dan berhati-hati selama kunjungan.
“Saya memberikan himbauan kepada para pengunjung untuk tetap bisa menjaga ketertiban,keamanan dan kebersihan selama kunjungan wisata. Dan saya harapkan juga untuk para pengunjung agar tidak membawa barang terlarang serta tetap patuhi protokol kesehatan dan anjuran dari petugas dikawasan wisata yang dikunjungi,” pungkasnya.
Arifin/ed. MN



