Bambang juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Kulonprogo berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja setempat. Menurutnya, sebenarnya peluang kerja yang tersedia lebih banyak dibandingkan jumlah pencari kerja.
“Peluang kerja sebenarnya sangat terbuka lebar. Hanya saja, kompetensi para pencari kerja, terutama lulusan pendidikan formal, sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.
“Jadi sebetulnya, tidak ada alasan kalau dibilang susah cari lowongan kerja, karena data menunjukkan sebaliknya,” pungkas Bambang.
Melalui pelatihan singkat ini, Disnaker Kulonprogo berharap dapat meningkatkan daya saing pencari kerja secara cepat dan efektif, sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di wilayah setempat.
AR



