Tak hanya itu, Toga Sihite juga sudah dilapor ke Kejaksaan dalam dugaan tindak pidana korupsi dan ke Kepolisian dalam dugaan tindak pidana penggelapan dana penerbitan dan perpanjangan KIB (kartu ijin berjualan) senilai ratusan juta rupiah sejak Toga menjabat Direktur Keuangan maupun Plt. Dirut PDPHJ.
Komplikasi persoalan ini, ujar Advokat ini, tentu saja telah menggerus, meruntuhkan dan menjatuhkan legitimasi moral Toga Sihite sebagai Plt. Dirut, hingga jarang masuk kantor. Jika pun masuk kantor konon terpaksa harus mengendap- endap. Disaat jam kerja, tidak menampakkan diri tapi di saat sepi karena jam istirahat atau setelah jam kantor berakhir, Toga menyempatkan diri masuk kantor. Layaknya main alip cendong, tiba- tiba ada, tiba- tiba hilang. Tiba – tiba hilang, tiba- tiba ada. Mungkin takut melihat orang atau takut dilihat orang atau takut melihat wartawan atau takut dilihat wartawan.
Menyamar
Lain lagi cerita di luar kantor, konon sejak banyak disorot pers Toga kini kerap menyaru- nyaru alias menyamar – nyamar. Pakai jaket, pakai topi dan pakai masker. Ibarat intel swasta, agar orang tak mengenalnya. Padahal sebelumnya Toga Sihite tampil sok- sok gaya Jokowi, senyum – senyam berlagak orang penting.
Dampaknya jadilah PDPHJ seolah tanpa pemimpin. Situasi ini, kata Daulat, semakin buruk karena pejabat struktural defenitif yang tak ada. Jika pun ada pejabat versi Toga Sihite, hanya Pelaksana Tugas Pejabat Struktural abal- abal. Diangkat dengan SK ecek- ecek, dan 15 diantaranya status calon pegawai. Entah teori menejemen apa referensi Toga Sihite, S.Si, SE, MM dan konon sedang program S-3 ini, sehingga ada pejabat struktural tapi statusnya calon pegawai, ada pejabat struktural tapi statusnya pelaksana tugas, konyolnya tak ada pejabat struktural yang defenitif.
Normalnya menurut aktivis ini, semakin panjang gelar akademik seseorang maka semakin bermanfaat bagi banyak orang. Jangan sebaliknya, semakin panjang gelar malah menjadi mudarat bagi banyak orang. Makanya, “sudah saatnya Walikota Pematangsiantar segera memberhentikan Toga Sihite. Selamatkan PDPHJ, selamatkan nasib ratusan pegawai, berhentikan Toga Sihite”, tegas Daulat mengakhiri.
Red



