“Ada 20 pasar yang sudah memiliki bank sampah sendiri. Jadi yang di Pasar Giwangan akan fokus jadi pusat pengelolaan, karena kita butuh lahan yang luas, dan di sini dinilai masih cukup untuk melakukan kegiatan tersebut. Sampah organik diolah jadi kompos, kemudian anorganik dikumpulkan untuk nanti disalurkan ke bank sampah. Kami kerja sama dengan paguyuban pedagang dan petugas kebersihan,” paparnya.
Dalam waktu dekat, Ambar juga mengatakan akan dibuat Kantor Administrasi Manajemen Pengelolaan Sampah, yang berlokasi di Aula Lantai 2 Pasar Giwangan. Dengan tujuan mendorong manajemen persampahan dan pengelolaannya makin baik, melihat lebih jauh perkembangannya, dan berapa angka penurunannya.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya berpendapat bahwa pusat pengelolaan sampah di Pasar Giwangan relatif sudah cukup memenuhi kriteria apa yang diharapkan, kaitannya dalam upaya menurunkan volume sampah melalui Gerakan Zero Sampah Anorganik.
“Secara random sampling, sudah cukup memenuhi kriteria dari apa yang kita bayangkan. Ini merupakan gambaran bahwa dari 29 pasar rakyat di Kota Jogja ini volume sampahnya relatif besar, sehingga tentu harapannya dengan proses pemilahan yang semakin baik, dapat berkontribusi dalam penurunan jumlah sampah pasar yang dibawa ke TPA Piyungan,”imbuhnya.
Aŕifin/ed. MN



